Selasa, 26 April 2016

HATI-HATI MODUS PENIPUAN SMS MODEL BARU!


Tanggal 25 April 2016 kemarin, sekitar jam 9 pagi, saya mendapat SMS yang bunyinya “Selamat kepada pemilik nomor: 0**********6 resmi memenangkan Honda scoopy, di edisi tahun 2016 dari BIMATRI dengan pin pemenang: 25477. Untuk info silahkan hub: 089652144159 (catat nomor telepon penipunya ya!)
Ini bukan pertama kalinya saya mendapatkan sms seperti ini. Bisa diduga bahwa ini adalah modus penipuan. Akan tetapi, satu hal yang membuat saya ragu itu bukanlah penipuan adalah sms yang langsung dikirim dari NOMOR PROVIDERNYA (saya lingkari merah di screenshoot). Bukannya biasanya berasal dari nomor telepon pribadi? Akhirnya saya mencoba untuk menghubungi no tlp yang tertera di SMS. 


Setelah berbincang dengan sang penerima telepon, saya sempat yakin kalo itu memang beneran hadiah (Alhamdulillah dapat Honda scoopy, gkgk), apalagi di awal ia selalu menekankan kalau hadiah ini tidak memungut biaya sepeserpun, biaya pengiriman pun gratis. Akan tetapi, semakin ke belakang keyakinan saya semakin berkurang. Ia mulai menjelaskan mengenai biaya untuk pembalikan nama di kantor samsat Jakarta. Jika saya menunggu di Yogya, maka biaya yang diperlukan sebesar 1,7 juta. Jika diambil langsung, maka biayanya Cuma 1 jt. Semua pembayaran tersebut harus diselesaikan pada hari tersebut dengan ditransfer ke pihak panitia. Jika tidak, maka hadiah akan dilimpahkan kepada pemenang cadangan. Lho kok begitu?

Akhirnya saya meminta izin untuk mengecek website resmi providernya, apakah memang ada pengumuman terkait undiah berhadiah tersebut. Namun, sang penelepon mengatakan jika undian ini tidak dicantumkan di website, akan tetapi hanya diumumkan dengan cara langsung menghubungi ke pengguna setia provider yang terpilih (wah,tambah ga yakin ini). Saya pun meminta waktu untuk berpikir dan bertanya-tanya. Ia malah berkata kalau undian ini hanya pihak pusat yang mengetahui. Pernyataan terakhir saya sebelum menutup telepon, “iya Pak, saya juga mau telepon langsung ke pusat, kebetulan saya punya temen juga di sana”. Hehe
Selanjutnya, saya memutuskan untuk menelpon CS pusat. Dari kesimpulan yang saya dapatkan dari keterangan CS, bahwa itu memang benar modus penipuan. Perlu diketahui, saya tidak mungkin repot-repot menelepon ke sana kemari jika no telepon yang mengirim SMS tersebut adalah nomor pribadi. Masalahnya ini adalah berasal langsung dari nomor providernya. 
SMS-nya langsung dari nomor providernya!

So, buat kawan-kawan semua, pokoknya hati-hati dengan modus penipuan yang sudah memakai beragam cara. Salah satunya seperti SMS yang berasal langsung dari providernya. Mending di konfirmasi ke costumer service pusat, apakah itu benar atau tidak. Dari info yang saya dapatkan, bahwa pihak provider hanya akan memberikan informasi terkait program dan layanan seputar produk via website resmi. Saya aja hampir ketipu hanya gara-gara liat pengirimnya langsung dari provider. 

Saya sebenarnya sempat bingung (udah saya tanyakan juga ke CS nya), kok penipunya bisa langsung masuk ke jaringan. Harus ada tindak lanjut dan proteksi dari provider-provider yang ada di Indonesia, supaya tidak bermunculan korban-korban lainnya. Coba bayangin, bagaimana dengan orang-orang yang tidak memahami hal ini, bisa jadi mereka percaya dan menjadi korban.

Email balasan (bag 1)
Email balasan (bag 2)

0 komentar:

Posting Komentar

apa komentar anda tentang bacaan ini?