ANALISIS KELAYAKAN BISNIS ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN POLITIK

on Sabtu, 26 Januari 2013

  BAB I
PENDAHULUAN

            Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain-lain.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.








BAB II
PEMBAHASAN

A.    ASPEK EKONOMI
Cukup banyak data makro ekonomi yang tersebar di berbagai media yang secara langsung maupun tidak langsung dapat di manfaatkan perusahaan. Data makroekonomi tersebut banyak yang dapat di jadikan sebagai indicator ekonomi yang dapat diolah menjadi informasi penting dalam rangka studi kelayakan bisnis ,misal nya:PDB, investasi, inflasi, kurs valuta asing, kredit perbankan, anggaran pemerintah, penganggaran pembangunan, perdagangan luar negeri, dan neraca pembayaran.

1.      Sisi Rencana Pembangunan Nasional
Analisis manfaat proyek di tinjau di sisi ini,di maksudkan agar proyek dapat:
a.       Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat; Kegiatan usaha yang dapat di kerjakan oleh tenaga kerja local tidak perlu di gantikan oleh tenaga kerja asing.
b.      Menggunakan sumber daya local; Sumber daya lokalmisal nya bahan baku.komponen bahan baku produk local jika di manfatkan(dengan catatan kualiatascukup layak sesuai standart)untuk proses produksi .
c.       Menghasilkan dan menghemat devisa; penggunaan bahan baku yang di ambil dari produk local berarti mengurangi penggunaan bahan impor .
d.      Menumbuhkan industry lain; dengan adanya proses bisnis yang baru ,di harapkan tumbuh industry lain baik yang sejenis atau industry pendukung lain nya .seperti industry bahan baku maupun industry sebagai dampak positif adanya kegiatan ekonomi di daerah tersebut.
e.       Turut menyediakan kebutuhan konsumen dalam negri sesuai dengan kemampuan; Sebagian sudah di jelaskan pada bagian c,di atas bawah produk yang di hasilkan atas usaha tersebut dapat memnuhi kebutuhan dalam negri sehingga jika mencukupi tidaklah perlu mengadakan impor yang sudah tentu akan menguras devisa.
f.       menambah pendapatan nasional; Sudah jelas bahwa dengan bertumbuh nya bisnis di dalam negeri misalnya:dengan diproduksi nya produk yang di konsumsi secara baik di dalam negri,maka impor atas produk Dan komponen imputnya berkurang atau bahkan di tiadakan sama sekali.
2.      Sisi Distribusi Nilai Tambah
Maksudnya adalah agar proyek yang akan di bangun memiliki nilai tambah,nilai tambah hendak nya dapat di hitung secara kuantitatif .dalam perhitungan tersebut,agar lebih mudah,dapat di asumsikan bahwa proyek dapat berproduksi dengan kapasitas normal.
3.      Sisi Nilai investasi pertenaga kerja.
Penilaian berikutnya adalah bahwa proyek mampu meningkatkan kesempatan kerja. Salah satu cara mengukur proyek padat modal atau padat karya adalah dengan berbagai investasi (modal tetap + modal kerja) dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat sehingga di dapat nilai investasi per tenaga kerja.
4.      Hambatan di Bidang Ekonomi
Pelaksanaan pembangunan ekonomi terus di laksanakan dalam rangka menaikkan atau paling tidak mempertahankan pendapatan yang telah di capai .bagi Indonesia ,masih banyak tantangan dan hambatan yang di hadapi ,sehingga tidaklah mudah untuk melaksanakanpembangunan ekonomi ,yang juga berdampak padaaspek sosialdan politik,ada beberapa penghambat ,diantaranya:
·         Iklim tropis; menyebabkan terjadinya lingkungan kerja yang panas dan lembab sehingga menurunkan usaha atau gairah kerja manusia ,banyak muncul penyakit ,serta membuat pertanian kurang menguntungkan.
·         Produktivitas rendah; ini di sebabkan oleh kualitas manusia dan sumber alam yang relative kurang menguntungkan.
·         Kapital sedikit; ini di sebabkan oleh rendah nya produktivitas tenaga kerja yang berakibat pada rendah nya pendapatan Negara ,sehingga tabungan sebagai sumber capital juga rendah .
·         Nilai perdagangan luar negeri yang rendah; ini di sebabkan Negara miskin mengandalkan ekspor bahan mentah yang mempunyai elastisitas penawaran permintaan atas perubahan harga yang inelastis ,dalam jangka panjang mengakibatkan kerugian.
·         Besarnya pengangguran; hal ini di sebabkan karena banyak nya tenaga kerja yang pindah dari desa ke kota ,dan kota tak mampu menampung tenaga mereka karena kurang nya factor produksi lain untuk mengimbangi nya sehingga terjadi nya pengangguran itu.
·         Besar nya ketimpangan distribusi pendapatan; misalnya keuntungan lebih banyak di miliki oleh sebagian kecilgolongan tertentu saja.
·         Tekanan penduduk yang berat; hal ini di sebabkan antara naik nya rata-rata umur manusia di barengi dengan masih besar nya persentase kenaikan jumlah penduduk yang makin lama makin membebani sumber daya lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.
·         Penggunaan tanah yang produktivitasnya rendah; hal ini di sebabkan karena sector pertanian menjadi mata pencarian utama,di samping itu kualitas alat-alat produksi ,pupuk,teknik pengolahan juga masih relative rendah.
5.      Dukungan Pemerintah
Pemerintah mempunyai kepentingan agar perdagangan yang di lakukan oleh perusahaan-perusahaan di dalam negri akan menghasilkan devisa bagi Negara. Salah satu dukungan itu adalah proteksi perdagangan. Instrumen terjadinya kebijakan proteksi perdagangan banyak ragamnya,tetapi tujuannya satu yaitu menimbulkan distorsi pasar dalam artian mencegah adanya pasar persaingan bebas. Instrumen kebijakan proteksi perdagangan dapat di golongkan sebagai berikut:
a.       Kebijakan perdagangan luar negri terbagi 2 instrumen yaitu:
·         Instrumen tarif,terdiri atas:pajak impor,pajak ekspor,dan subsidi ekspor
·         Instrumen non-tarif ,terdiri atas dua batasan yaitu: pembatasan kualitatif dan pembatasan kuantitatif
b.      Kebijakan perdagangan dalam negeri,terbagi atas:
·         Pajak penjualan,retribusi,dan kewajiban pembayaran lain nya.
·         Pengaturan distribusi barang
·         Pengaturan (stabilisasi)harga
c.       Kebijakan produksi,terdiri atas:
·         Subsidi/pajak langsung bagi produsen
·         Perlindungan harga produksi dan saran produksi
·         Pengaturan penggunaan sarana produksi





B.     ASPEK SOSIAL
Tujuan utama perusahaan adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Namun demikian,perusahaan tidak dapat hidup sendirian ,perusahaan hidup bersama-sama dengan komponen lain, salah satu komponen lain yang di maksud adalah lembaga sosial sehingga dalam rangka keseimbangan tadi, hendaknya perusahaan memiliki tanggung jawab sosial.
1.      Perusahaan sebagai lembaga social.
Sebuah perusahaan memiliki tugas melaksanakan bermacam-macam kegiatan dalam waktu bersamaan. Misalnya: manufaktur,bahan baku, mendistribusikan kepasar, dan lain-lain. Untuk merealisasikan kegiatan perusahaan tidaklah mudah ,di sana sering timbul ancaman-ancaman sekaligus peluang-peluang yang datang dari lingkungan,baik eksternal maupun internal.
2.      Perubahan kondisi social yang kompleks
Pemecatan karyawan karena berbagai alasan, seperti misalnya karena karyawan mabuk-mabukan atau perusahaan mengalami kemerosotan keuntungan, hal yang biasa pada masa lalu. Tindakan seperti ini akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan dalam bidang sosial yang kompleks dalam perusahaan. Disebabkan karena semakin membaik peraturan perundang-undangan pemerintah, meningkatnya kualitas SDM, dan lain-lain.
3.      Perubahan dalam masyarakat yang pluralistik
Masyarakat pluralistik adalah sebuah kehidupan berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan dalam mendapatkan harapan-harapan sosial, ekonomi dan politik. Masing-masing kelompok berusaha mengembangkan diri supaya fungsi sistem itu efektif. Berkaitan dengan yang di atas, hendaknya bisnis memiliki manfaat-manfaat sosial yang hendaknya diterima oleh masyarakat, seperti:
·         Membuka lapangan kerja baru; Maksudnya di bukakan proyek bisnis akan menggairahkan masyarakat sekitar untuk turut serta membuka lapangan kerja baru
·         Melaksanakan alih teknologi; Maksud nya dengan dilakukan nya alih tekhnologi ini kapada pekerja dengan berbagai cara pelatihan yang terprogram dengan baik maka di harapkan tidak meningkatkan “skil”pekerja tetapi juga sikap mental sebagai tenaga kerja yang andal semakin kokoh.
·         Meningkatkan mutu hidup; Sudah tentu,adanya proyek bisnis turut serta mengurangi angka pengangguran.
·         Pengaruh positif; Proyek bisnis hendak nya dapat berpengaruh positif pada masyarakat sekitar,tidak hanya berdampak pada meningkatnya atau semakin baik nya kondisi lingkungan fisisk,seperti jalan,jembatan,dan telepon tetapi juga kondisi lingkungan fisikis mereka.

C.    ASPEK POLITIK
Adanya isu, rumor, spekulasi yang timbul akibat kondisi politik yang diciptakan pemerintah akan mempengaruhi permintaan dan penawaran suatu produk, baik itu barang maupun jasa. Dalam menganalisis kelayakan bisnis hendaknya aspek politik perlu pula dikaji untuk untuk memperkirakan bahwa situasi politk saat bisnis di bangun dan di implementasikan tidak akan sangat mengganggu sehingga kajian menjadi layak, situasi politik dapat di ketahui melalui berita-berita dan media massa. Berita tersebut terbagi dua: good news dan bad news.
Di dalam bisnis good news di maknai dengan berita-berita yang dapat di terima pelaku pasar tentang berbagai factor atau kondisi suatu Negara yang berhubungan dengan dunia investasi,yang di nilai mendukung dan memiliki potensi mendatangkan keuntungan bagi dunia investasi.
Bad news, di sisi lain di maknai sebagai berita yang di terima pelaku pasar tentang berbagai factor atau kondisi suatu Negara yang berhubungan dengan dunia investasi yang di nilai tidak mendukung dan memiliki potensi mendatangkan kerugian bagi dunia investasi. Bad news di hindari pasar karena dampaknya merugikan dan mengancam dunia investasi. Prakteknya menyelewengkan dan menyalahgunakan kekuasaan yang di lakukan oleh oknum pemerintah dalam menjalankan tugas mereka dinilai pasar sebagai bad news karena mengancam keamanan modal dan usaha mereka, kekacauan politik juga dapat mendorong lahirnya kondisi politik juga dapat mendorong lahirnya kondisi social yang tidak aman.
Jadi, jelas bahwa aspek politik pemerintah secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh pada dunia bisnis.makin kacau politik suatu daerah atau Negara berdampak makin kacau pula dunia bisnis di daerah atau Negara tersebut, dan begitu pula sebaliknya

D.    IMPLIKASI PADA SKB( STUDI KELAYAKAN BISNIS)
Hasil studi aspek ekonomi ,social dan politik hendak nya memberikan informasi perihal:
1.      bagaimana kondisi ekonomi serta pern pemerintah dapat menunjang rencana bisniss,selain bagaimana peran bisnis setelah di implementasikan dapat sedikit-banyak nya mendukung pemerintah untuk memajukan ekonomi masyarakat.aspek ekonomi yang di kaji di antara nya yaitu Rencana membangunan nasional, Distribusi nilai tambah, Nilai investasi pertenaga kerja, Keuntungan ekonomi nasional, Hambatan-hambatan di bidang ekonomi, Dan dukungan pemerintah.
2.      Bagaimana kondisi sosial akan saling mempengaruhi rencana bisnis, misalnya: informasi mengenai: perusahaan sebagai lembaga sosial, perubahan kondisi sosial yang kompleks, dan peran perusahaan dalam masyarakat yang pluralistik.
3.      Bagaimana aspek politik akan berpengaruh pada rencana bisnis.





















BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri dari berbagai aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain :
1.      Aspek ekonomi
2.      Aspek sosial
3.      Aspek politik
Selain beberapa aspek di atas ada beberapa pula aspek yang mempengaruhi studi kelayakan bisnis antara lain:
·         Aspek Hukum
·         Aspek pasar dan pemasaranAspek tekhnis dan teknologi
·         Aspek manajemen
·         Aspek keuangan
·         Aspek sumber daya manusia

Dalam studi kelayakan bisnis sangat perlu peran pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur, pegembangan perekonomian dan control terhadap kesenjangan politik agar bisa menarik investor untuk menanamkan modalnya.













DAFTAR PUSTAKA

Husein, Umar. (2007). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Husnan, Suad dan Suwarsono. (1994). Studi Kelayakan Proyek, Edisi 3. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Sutojo, Siswanto. (1993). Studi Kelayakan Proyek: Teori dan Praktek, Seri Manajemen No. 66, Jakarta: PPM.

http://andhy-brenjenk.blogspot.com
http://roy-land.blogspot.com
http://syahminanpasaribu.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

apa komentar anda tentang bacaan ini?