Jumat, 05 Juli 2013

SELAMAT DATANG BULAN RAMADHAN!

Oleh: Muhammad Qamaruddin

اللـهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلـِّغْنَا فِى رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”

Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
            Beberapa hari lagi, umat Muslim akan kedatangan tamu agung. Tamu yang selalu dinanti-nanti. Tamu yang selalu diagungkan oleh Allah SWT dan rasul-Nya. Tamu agung ini tak lain dan tak bukan adalah bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat bagi seluruh umat Muslim di dunia, bahkan untuk seluruh alam semesta. Selain itu, pada bulan ini al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman bagi umat manusia. Dengan al-Qur’anlah, umat Muslim mempunyai pegangan dalam menjalankan kehidupan yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama. Semoga kita semua dapat meraih kebaikan dengan datangnya bulan ini.

            Bulan Ramadhan mempunyai banyak keutamaan. Bulan Ramadhan juga mempunyai banyak keistimewaan. Bulan ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Dalam bahasa penulis, bulan Ramadhan penuh dengan bonus dan hadiah. Bonus dan hadiah apakah itu? Yaitu pahala yang akan dilipatgandakan dari bulan-bulan lainnya. Saat anda mendapatkan satu bonus (baca: pahala) di bulan lain, maka anda akan mendapatkan bonus lebih dari itu di bulan ramadhan. Bahkan bonus ini akan terus berlipat ganda oleh Allah SWT. Yang satu dapat menjadi dua, tiga, empat, lima, seratus, lima ratus, bahkan seribu. Subhanallah! Maha Suci Allah!
Rasulullah SAW bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfirman: Semua amalan anak Adam untuknya, setiap satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku, Aku yang akan membalasnya. Karena seorang yang berpuasa telah meninggalkan syahwat, makan, dan minumnya karena Aku. Bagi seorang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan: gembira ketika berbuka, dan gembira ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut seorang yang berpuasa itu di sisi Allah lebih wangi daripada minyak wangi misk.” (HR. Al Bukhari 1904 dan Muslim 1151).     
            Bulan Ramadhan ibarat oase di tengah panas dan gersangnya kehidupan. Cobalah bayangkan! Sebelas bulan kita larut dalam kesibukan dunia. Yang kita pikirkan hanyalah masalah duniawi saja. Keseharian kita hanya dipenuhi oleh rutinitas duniawi. Berangkat pagi pulang sore hanya untuk mengais rejeki. Melakukan ibadah pun mungkin hanya yang wajib-wajib saja. Sesungguhnya dengan hal itu, maka wajarlah apabila sisi spritual kita kering kerontang. Jika tidak dihiraukan, bisa jadi hal itu akan merusak diri. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk men-charge ulang spritual kita. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan ini.
            Pada bulan Ramadhan, seluruh umat Muslim diwajibkan berpuasa. Dengan puasa tersebut, tidak saja dapat mengobati sisi spritual sang pelaku, tetapi juga sisi raga dan jasmani. Betapa organ pencernaan kita letih dengan rutinitas makan yang kita lakukan setiap hari. Kita hanya memberikan waktu sebentar bagi organ pencernaan untuk beristirahat. Oleh karena itulah, puasa di bulan ramadhan dapat memaksimalkan istirahat bagi organ pencernaan. Sudah berapa banyak ilmuwan di dunia menyatakan aktivitas puasa itu dapat menyehatkan badan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya. “Berpuasalah, maka kamu akan sehat.”
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
            Bulan Ramadhan adalah bulan pelatihan dan pendidikan. Pada bulan ini, seorang muslim akan dilatih dan dididik untuk menjadi lebih baik dari bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan penempaan dan pembekalan diri untuk mengahadapi hari-hari di luar bulan tersebut. Pada intinya, bagaimana kita dapat memanfaatkan momen bulan Ramadhan ini dengan sebaik mungkin. Bagi seseorang yang memahami nilai keagungan bulan suci Ramadhan, maka ia dapat menggunakan setiap detik yang tersedia di bulan ini untuk diinvestasikan dalam amal kebaikan.
Rasulullah bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh barakah. Allah menurunkan padanya rahmah, menghapus kesalahan-kesalahan, mengabulkan do’a, dan Allah membanggakan kalian di hadapan para malaikat-Nya, maka perlihatkanlah kepada Allah kebaikan dari diri-diri kalian, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang diharamkan padanya rahmat Allah.” (Dalam Majma’ Az-Zawa`id Al-Haitsami menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam Al-Kabir)  . Oleh karena itulah, tak ada alasan bagi umat Islam tidak bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan.
Di antara banyak faktor yang menyebabkan manusia terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan adalah godaan setan. Pada bulan ramadhan, pintu surga akan dibuka selebar-lebarnya. Sedangkan pintu neraka akan ditutup dan setan akan dibelenggu. Ini menyatakan bahwa sesungguhnya manusia akan menjadi lebih mudah untuk meninggalkan perbuatan maksiat. Hanya saja faktor ini (dibelenggunya setan-setan) bukanlah menjadi penyebab maksiat akan hilang sepenuhnya di bulan Ramadhan. Karena masih banyak faktor-faktor lain yang menyebabkan manusia melakukan perbuatan maksiat. Misalnya saja godaan nafsu dan tabiat buruk manusia itu sendiri. Meskipun begitu, ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbanyak amal shaleh. Karena keinginan untuk melakukan maksiat relatif lebih sedikit daripada bulan-bulan lainnya.
Lalu timbul pertanyaan, apa saja yang harus kita siapkan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan? Apakah momentum indah ini hanya akan kita lalui tanpa adanya persiapan berarti? Tentu saja banyak hal yang harus kita persiapkan, baik secara fisik ataupun mental. Di antaranya adalah:
            Tobat nashuha dari segala dosa; Mulailah dari sekarang untuk bertobat dari segala dosa dengan sebenar-benarnya tobat. Paling tidak, kita dapat mencuri “start” dari orang lain. Jika mereka bertobat pada saat di bulan Ramadhan, maka kita telah mulai bertobat dari sebelum Ramadhan. Alangkah indahnya apabila kita memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih. Bahkan kita akan menjadi lebih bersih (fitrah) ketika meninggalkan bulan Ramadhan.
            Menjaga hati dari berbagai penyakit yang bisa merusaknya; Penyakit hati adalah penyakit yang sulit diobati. Apabila seseorang telah menderita penyakit hati, biasanya ia akan menjadi seorang yang buruk budi pekertinya. Pada bulan Ramadhan, setan-setan akan dibelenggu. Maka apabila seseorang tetap mengerjakan pekerjaan maksiat, sesungguhnya tabiat buruknyalah yang akan menyebabkannya seperti itu. Sudah seharusnyalah kita menjaga diri dari berbagai macam penyakit. Kita juga memohon kepada Allah SWT dari berbagai penyakit hati. Semoga dengan memontum bulan Ramadhan, maka hati kita akan terus terjaga. Jikapun hati kita telah terjangkit suatu penyakit, maka semoga Allah SWT akan mengobatinya.
            Tekad sepenuh hati untuk merubah menjadi insan yang bertaqwa; Berniatlah dari sekarang untuk merubah diri menjadi insan yang paling baik dan bertaqwa. Dengan bulan Ramadhan, secara otomatis Allah SWT membuka pintu selebar mungkin untuk kita agar dapat mendekatkan diri kepadanya. Semakin kita dekat kepada Allah SWT, maka semakin bertaqwalah kita. Semakin kita bertaqwa kepada Allah SWT, maka semakin tinggi pulalah kedudukan kita di sisi Allah SWT.
            Memahami karakter Ramadhan yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya; Bulan Ramadhan sangat diutamakan oleh Allah SWT dan rasul-Nya. Pada bulan inilah Allah SWT melipatgandakan pahala bagi yang mau berbuat amal kebaikan. Bahkan di bulan Ramadhan, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (lailatul qadr). Umat Muslim seharusnya memahami karakter bulan Ramadhan yang sangat berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Jangan sampai kita bersikap biasa, bahkan acuh tak acuh dengan datangnya bulan Ramadhan.
            Mempelajari hikmah puasa; kita akan berpuasa di bulan Ramadhan. Ada banyak hikmah yang akan kita dapati dari berpuasa, baik secara jasmani maupun rohani. Dari hikmah-hikmah inilah kita dapat membangun keyakinan kita terhadap Islam. Kita akan semakin dekat dengan Allah Sang Pencipta. Sesungguhnya Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya yang dapat memahami hikmah dan maksud dari apa yang Ia perintahkan, salah satunya adalah puasa.

Epilog
            Pembaca yang dirahmati Allah,
            Bulan yang penuh berkah ada di hadapan kita. Akankah kita menyia-nyiakannya? boleh jadi ini adalah Ramadhan terakhir yang akan kita rasakan. Tidak ada yang dapat menjamin kalau kita akan bertemu lagi dengan Ramadhan pada tahun-tahun berikutnya. Inilah nikmat yang seharusnya kita syukuri. Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya keberkahan di bulan Ramadhan tahun ini. Oleh karena itulah, kita harus mewujudkan rasa syukur itu dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Semoga Allah selalu mengistiqamahkan diri kita untuk melakukan perbuatan amal shaleh. Wallahu ‘Alamu bishshawab.

Muhammad Qamaruddin
Mahasiswa Ekonomi Islam ‘10

Ketua Tim Website PP UII

0 komentar:

Posting Komentar

apa komentar anda tentang bacaan ini?